career

RUMUS MENGEMBANGKAN KARIR


1. Self-Assessment
Langkah pertama dalam mengembangkan tujuan karir adalah menilai karakteristik pribadi Anda sendiri. Tentukan keterampilan dan minat Anda, apa yang Anda suka dan tidak suka, serta kekuatan dan kelemahan Anda. Baru kemudian Anda dapat cocok dengan “profil” pekerjaan tertentu atau untuk tujuan karir.

Anda mungkin juga ingin mengidentifikasi aspek pekerjaan sekarang dan masa lalu yang akan membantu Anda menentukan tujuan karir Anda seperti:

1. Ciri khas atau keterampilan yang diperlukan.
2. Aspek dari pekerjaan sebelumnya, yang Anda suka dan tidak suka.
3. Keterampilan yang telah Anda kembangkan melalui pendidikan, pekerjaan, hobi, Kerja Sosial, klub, organisasi karyawan, dan sejenisnya.
4. Pelatihan yang Anda punya dan dapat diterapkan untuk pekerjaan di masa depan.
5. Penilaian kinerja Anda di bidang tertentu yang telah diberi nilai di atas atau di bawah rata-rata angka memuaskan.
6. Kesediaan Anda untuk memindahkan atau bekerja selain kerja pada normal shift.
7. Waktu pribadi dan usaha Anda untuk bersedia berkomitmen mempersiapkan kemajuan karir.

Disamping itu, Anda membutuhkan bantuan dari luar (Outside Resources). Sebagian besar perguruan tinggi menawarkan layanan konseling gratis. Pusat karier tersebut akan bekerja dengan Anda secara individu atau dalam kelompok terkait pengaturan untuk membantu dalam evaluasi diri, pilihan karir, pencarian kerja, dan teknik wawancara.

2. Eksplorasi Karir
Begitu Anda telah menentukan keahlian Anda, kekuatan, dan kepentingan, Anda dapat menggunakan berbagai alat untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi bidang-bidang karier yang “cocok” dengan profil Anda.

Perhatikan beberapa aspek berikut:

a. Jenjang Karir
Mengidentifikasi peluang untuk kemungkinan perubahan karir atau promosi dari satu pekerjaan ke klasifikasi yang lain. Jenjang karir menarik dan menampilkan potensi promosi dan pola transfer bagi kebanyakan klasifikasi yang digunakan oleh manajemen perusahaan.

b. Klasifikasi Spesifikasi
Spesifikasi memberikan informasi spesifik mengenai lingkup tugas, tugas-tugas khusus, dan kualifikasi minimum. Cara terbaik untuk meneliti bidang karir adalah melalui berbicara dengan individu-individu yang bekerja dalam bidang itu.

Kebanyakan orang senang berbicara tentang jenis pekerjaan yang mereka lakukan, dan orang-orang yang melakukan pekerjaan sering dapat memberi Anda gambaran yang lebih realistis tentang seperti apa pekerjaan tersebut.

Jelaskan bahwa Anda sedang mengeksplorasi pilihan karir Anda dan mempertimbangkan bidang mereka sebagai kemungkinan karir. Meminta mereka untuk penilaian yang jujur tentang pekerjaan mereka, seperti pro dan kontra dari pekerjaan, fitur yang paling berharga, dan aspek yang paling membuat frustrasi.

c. Rencana Pertumbuhan Karir
Penting bahwa Anda membangun rencana pertumbuhan karir Anda sendiri, karena hanya Anda yang dapat memutuskan apa yang karir atau lingkungan pekerjaan yang menarik minat Anda. Namun, meskipun mengembangkan rencana ini adalah tanggung jawab Anda, disarankan untuk meminta bimbingan dan bantuan dari orang lain. Orang-orang penting seperti supervisor atau staf di Kantor Dewan direksi atau Divisi Manajemen Personalia.

d. Menetapkan Tujuan Karir
Tujuan Anda harus mewakili apa yang ingin Anda capai pada akhirnya. Tujuan ini mungkin untuk mendapatkan posisi tertentu atau untuk bekerja dalam bidang karir tertentu. Ketika Anda menetapkan sasaran karir Anda, tetapkan kerangka waktu yang wajar, tunjukkan bila Anda ingin mencapai tujuan karir tersebut.

Tujuan karir Anda mungkin termasuk pekerjaan yang memenuhi syarat untuk sekarang, serta yang memenuhi syarat untuk masa depan Anda. Namun, perlu diingat bahwa tujuan karir Anda harus realistis dan dapat dicapai melalui upaya pembangunan yang berkelanjutan.

3. Mengembangkan Rencana Aksi
Kembangkan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan Anda. Pikirkan rencana ini langkah demi langkah tentang kegiatan-kegiatan khusus yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Jangan lupa membuat urutan mana yang harus dicapai lebih dahulu.

Aktifitas atau tujuan-tujuan ini harus fokus pada peningkatan pendidikan Anda, keahlian, pengetahuan, atau pengalaman dan harus dapat diukur dan disesuaikan untuk mencapai tujuan karir tertentu. Anda harus dapat mengenali kapan Anda bekerja ke arah tujuan dan bila tujuan telah dicapai.

Secara spesifik menetapkan tanggal. Anda mungkin juga mempertimbangkan untuk menjadwalkan pertemuan dengan seseorang yang Anda percaya dapat memberikan umpan balik yang konstruktif pada rencana Anda. Selain itu, setidaknya Anda mampu melakukan beberapa hal berikut.

a. Persetujuan
Rencana Anda mungkin memerlukan persetujuan dari supervisor dan koordinasi dan bantuan dari unit lain dan supervisor karena mungkin perlu waktu untuk rilis, pendanaan, atau pertimbangan lain.

Anda mungkin berhak untuk menerima penggantian untuk program mobilitas ke atas yang berhubungan dengan pekerjaan atau pelatihan yang berhubungan dengan biaya karier, termasuk biaya kuliah dan buku kursus yang diperlukan.

Dengan izin sebelumnya dari supervisor, Anda mungkin juga akan diberi waktu tenggang yang berhubungan dengan karier atau pelatihan mobilitas ke atas.

b. Kejar Rencana Anda
Aspek pengembangan pribadi dari suatu rencana pengembangan karir dapat berhasil hanya jika Anda berkomitmen untuk menjalankan rencana tersebut. Anda harus siap untuk meluangkan sebagian waktu Anda dan berusaha untuk mencapai rencana ini.

Menyempurnakan pengalaman kerja dalam rencana Anda atau kegiatan pelatihan adalah tanggung jawab Anda. Anda bisa mencari bantuan bila perlu, fleksibel, dan secara berkala meninjau kembali rencana pengembangan karier Anda.


CARA JITU MENDONGKRAK GAJI

Sekarang bukan jamannya lagi ragu-ragu meminta kenaikan gaji. Jika selama ini Anda merasa punya potensi lebih, atau bekerja melampaui job desc, maka sudah saatnya Anda mengikuti Tips ampuh berikut ini:

1. Bicarakan.
Langit tak akan runtuh kalau Anda berani menemui bos untuk meminta kenaikan gaji. Memang tahap awal adalah tahap tersulit. Tapi percaya deh, setelah dijalani, Anda akan merasa lega dan nyatanya tidak sesulit itu kok.

2. Kumpulkan Informasi.
Menegosiasi kenaikan gaji memerlukan data yang lengkap, Anda perlu tahu berapa rata-rata salary dengan tingkat pengalaman dan keahlian yang mirip dengan Anda. Juga Anda perlu tahu, di perusahaan Anda memiliki berapa standar gaji dengan posisi sama dengan Anda.

3. Fokus Pada Pekerjaan.
Jangan memulainya dengan “nilai yang akan diterima”. Manajemen akan dengan mudah menaikan gaji Anda padahal belum tentu kenaikan itu sudah sesuai dengan pengalaman, skill, dan nilai di luar sana.

Awali topik dengan, “Mari kita bicara mengenai pekerjaan yang tepat buat saya dan saya adalah orang yang tepat duduk di sini, maka salary bukan masalah utama.” Biarkan bos Anda menentukan nilai Anda, dengan mengarahkan pada nilai pasaran yang Anda tahu.

4. Cara Penyampaian.
Hampir tidak pernah ada kejadian orang yang dipecat karena minta naik gaji. Yang penting adalah bagaimana Anda menyampaikan gagasan Anda. Penyampaian itu bisa dengan cara, “Saya dapat tawaran lain. Tapi sebetulnya saya sangat senang kerja di sini. Kira-kira mungkin tidak bapak/ibu memberikan penawaran yang lebih kompetitif?”

5. Tunjukkan Anda Bersemangat.
Perlihatkan pada bos Anda bahwa Anda bersemangat dengan pekerjaan ini. Antusiasme akan membuat bos melihat bahwa Anda punya kualitas. Pada saat yang sama, ketika mendiskusikan kompensasi, jelaskan bahwa Anda menyukai pekerjaan ini, atau ingin terus berada di perusahaan ini, tapi nilai rupiah yang tidak karu-karuan membuat Anda harus memikirkan soal finansial.

6. Tolak Bantuan Orang Lain.
Sebaiknya Anda tidak menerima tawaran bantuan bernegosiasi dari orang lain. Karena Anda akan kehilangan kesempatan bernegosiasi serta membuka jalur hubungan dengan bos. Lagi pula tiap orang punya cara bernegosiasi sendiri. Belum tentu cara orang lain cocok dengan cara Anda, dan hasilnya belum tentu membuat Anda puas.

7. Bukan Hanya Uang.
Ketika menemui bos, Anda tidak hanya bernegosiasi soal gaji. Tapi negosiasikan juga hal-hal lain yang menyangkut pekerjaan. Percaya deh, hasilnya akan terasa luar biasa ketika Anda keluar ruangan.

8. Keuntungan Penawaran Lain.
Bandingkan apa yang ditawarkan oleh orang lain dengan apa yang Anda peroleh saat ini. Sampaikan juga bahwa Anda antusias pada penawaran itu dan Anda pun antusias dengan pekerjaan yang sekarang. Jangan biarkan bos Anda tahu dari orang lain bahwa Anda sedang memikirkan tawaran pekerjaan di luar sana.

9. Dapat Promosi atau Naik Jabatan.
Belajarlah menjual diri sendiri dengan menjukan pada sekitar bahwa Anda telah bekerja baik dengan hasil memuaskan. Buatlah catatan atas apa yang sudah dikerjakan beserta proses dan hasilnya. Penjelasan tersebut dapat membantu bos Anda untuk memikirkan kenaikan gaji. Jika memang luar biasa, jangan-jangan Anda tidak hanya mendapatkan kenaikan gaji, tapi juga promosi.

BERPROMOSI TANPA MERENDAHKAN DIRI

Bila ini terjadi, bukannya simpati atau penilaian yang positif yang Anda dapatkan melainkan justru label buruk, misalnya Anda bisa dicap sebagai penjilat. Memangnya Anda mau mendapatkan penghargaan sebagai “penjilat of the year”?

Karena itu sebelum Anda beraksi di tempat kerja, pastikan dulu Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apakah Anda tipe karyawan yang sebenarnya tidak memiliki keterampilan yang jelas dalam bidang tertentu, namun pintar memanfaatkan situasi dan mencari celah untuk mempromosikan diri?

2. Apakah Anda suka membuatkan kopi untuk bos, sambil berusaha agar semua orang tahu bahwa Anda melakukannya?

3. Apakah Anda selalu merasa punya andil dan jasa atas kesuksesan orang lain, padahal kenyataannya tidak demikian, atau andil dan jasa Anda tidak sebesar yang Anda gembar-gemborkan?

4. Sebaliknya dari no.3, apakah Anda gemar mencari kesalahan orang lain untuk kegagalan pekerjaan Anda?

5. Apakah Anda punya kebiasaan mengulur-ulur waktu meeting dengan komentar-komentar panjang yang “nggak penting”, sekedar untuk menunjukkan bahwa Anda ada di situ?

6. Apakah Anda suka menggosipkan teman-teman sekerja, dan menceritakan kekurangan mereka kepada atasan?

7. Apakah Anda orang terakhir yang meninggalkan kantor padahal sebenarnya tak ada alasan apapun bagi Anda untuk pulang belakangan?

Jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut “tidak”, maka Anda memang bukan seorang penjilat. Namun, jika Anda masih ragu-ragu atau bahkan diam-diam mulai mengakui bahwa semua itu adalah kebiasaan Anda sehari-hari selama ini, maka Anda sebenarnya bukanlah karyawan yang berdedikasi seperti yang Anda pikirkan.

Artinya, inilah saatnya bagi Anda untuk berubah, demi kesehatan karier Anda. Sebab, percayalah, di mana pun tak ada tempat bagi orang yang menempuh cara-cara yang bersifat menjilat dalam mengejar kemajuan karier di tempat kerja.


MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ATASAN

Menjaga hubungan baik dengan atasan pastinya menjadi hal yang vital untuk anda. Menurut para karir expert, hubungan semacam ini bukan hanya menentukan kondisi emosional anda, tetapi juga bisa mempengaruhi efektifitas, pertumbuhan karir dan pastinya kesuksesan jangka panjang.

Andrew Sherwood, Ketua Goodrich & Sherwood Associates menyarankan agar Anda terus berusaha untuk menjaga hubungan atasan-bawahan tetap berkesinambungan.

Caranya? Evaluasi diri anda dengan mengajukan sejumlah pertanyaan seperti berikut.

1. Apa yang atasan saya ingin saya lakukan hari ini? Ingatlah bahwa karena keadaan mungkin saja berubah, sangat penting untuk tetap berhubungan.

2. Apa tujuan atasan anda? Bagaimana Anda bisa membantu mendukungnya mencapai hal itu?

3. Hindari memupuk rasa curiga dan keputusasaan dengan berinisiatif memulai sebuah komunikasi rutin. Membangun komunikasi ini bisa secara lisan atau secara tertulis untuk mendiskusikan produktivitas dan arah ke depan.

4. Cari tahu kapan atasan anda paling reseptif untuk bisa didekati (hari atau tanggal). Jangan sampai maksud hati hendak mendekatkan diri pada atasan, anda justru mengganggu moodnya yang sedang jelek.

5. Sebuah ide sering harus dipresentasikan dan menjual. Kembangkan ide-ide menarik tulis dan buatlah sebuah presentasi untuk atasan. Menyerahkan ide-ide baru kepada atasan Anda untuk perencanaan, modifikasi, penerimaan dan persetujuan.

SEBAB UTAMA KEGAGALAN

1. Terlalu bersikap hati-hati.
Keputusan yang serba tergesa-gesa pastinya tak akan membawa anda ke level yang lebih baik dalam menjalankan bisnis.

Begitu pula sebaliknya, bila anda terlampau berhati-hati, bisa jadi kesempatan baik yang seharusnya bisa anda raih menjadi terlewat begitu saja.

2. Memilih rekan kerja yang keliru.
Sama seperti pasangan hidup, rekan kerja adalah orang yang akan sering anda temui sepanjang perjalanan usaha anda.

Karena itu pastikan anda memilih rekan kerja yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam berusaha. Seseorang yang cerdas dan berkepribadian baik, gigih dan mampu berpartner bersama anda.

3. Terlalu percaya tahayul dan berprasangka buruk.
Prasangka dan tahayul ini kerap muncul karena rasa takut yang berlebihan. Karena itu, jadilah seseorang yang berpikiran luas dan tidak takut menghadapi tantangan hidup.

4. Keliru memilih jabatan atau lowongan kerja.
Ini adalah hal yang paling sering dialami banyak orang yang meniti karir. Menduduki sebuah jabatan atau menjalani karir selama bertahun-tahun, namun tidak menemukan kesempatan lebih untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih maju.

Pilihan karir pada awalnya juga menjadi penting. Jangan asal bekerja dan malah merasa “stuck” ditengah karir. Tetapi pilihlah jalur yang anda senangi dan anda yakin bisa mencurahkan perhatian atas pekerjaan tersebut.

5. Tidak fokus pada suatu usaha.
Mungkin anda tergolong pribadi yang multitalented. Tak ada hal yang tidak bisa anda lakukan. Hal itu baik pada satu sisi, namun berdampak buruk di sisi yang lain.

Dalam bisinis sebaiknya hindari mengembangkan banyak usaha, bila anda baru saja akan merintisnya. Pikiran anda pastinya akan terbagi. Karena itu, lebih baik pusatkan pikiran anda pada salah satu jenis usaha saja.

6. Kebiasaan menghambur-hamburkan uang.
Seseorang yang gemar menghabiskan banyak uang untuk hal-hal yang tidak jelas pastinya bukan merupakan seseorang yang sukses.

Mereka yang sukses adalah yang mampu mengatur pengeluarannya dan selektif dalam membeli. Mereka juga pastinya orang yang memikirkan masa depan. Lebih memilih menabung dan berinvestasi.

7. Kurang antusias dan tidak semangat berjuang.
Pada dasarnya, semangat merupakan material yang mudah menular. Karena itu, seseorang yang memiliki semangat juang akan lebih mudah bergaul dan berbaur dalam suatu komunitas agar dapat melebarkan jaringan.

8. Tidak mau bertoleransi.
Seseorang yang berfikiran picik dalam bisnisnya, jarang akan memperoleh kesuksesan secara permanen.

Orang yang menganggap ras, suku, agama sebagai perbedaan mendasar untuk mejalankan usaha, sudah pasti tidak akan berkembang.

9. Tidak bisa mengendalikan nafsu.
Nafsu bukan hanya terbatas pada pemuasan hasrat seks semata. Ambisi yang berlebihan, keinginan untuk memonopoli sesuatu, mencelakai orang lain, perasaan iri dan dengki,bila tak terkontrol, bisa jadi jurang menuju kegagalan.

10. Tidak sanggup menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Banyak orang kehilangan pekerjaan atau kesempatan hanya karena tidak bisa menjalin kerjasama yang baik dengan pihak lain.

Sikap ini harus dihindari terutama oleh para pemimpin, pedagang bila ingin meraih sukses.

11. Mempertahankan nepotisme.
Memperoleh kekuasaan hanya dengan mengandalkan kekayaan orang tua atau kerabat, tidak akan bertahan lama. Tanpa usaha sendiri, tak ada keberhasilan yang mudah diraih.

12. Tidak jujur yang disengaja.
Kejujuran sangat penting dalam membangun bisnis dan karir. Seseorang bisa saja terdesak untuk mengucapkan sebuah kebohongan.

Namun kebohongan yang disengaja untuk meraih sukses seketika, pastinya bukan tipikal orang sukses.

13. Terlalu membanggakan diri.
Menyanjung diri sendiri didepan orang lain, merupakan jurus ampuh untuk membuat mereka menjauh dan pergi dari anda.

Apalagi bila memuji diri sendiri untuk hasil yang diperjuangkan oleh orang lain. Sudah pasti pintu sukses anda akan tertutup.

14. Berspekulasi.
Lebih suka menebak-nebak dari pada berpikir. Kebanyak mereka yang gagal, adalah mereka yang malas berpikir, mengumpulkan data dan menganalis bisnis.

15. Tak cukup modal.
Tak dapat dipungkiri bahwa modal merupakan jantung dari sebuah usaha. Namun penyebab kegagalan karena kurangnya modal jauh lebih sedikit ketimbang karena sebab-sebab di atas.

31. Faktor X.
Poin ini dikhususkan untuk penyebab yang belum tercantum di 30 sebab yang lain. Karena bagaimana pun faktor keberuntungan, nasib dan hal-hal yang bersifat tidak kasat mata itu, terkadang menjadi sebab kegagalan.

MENGHARGAI DIRI DAN PEKERJAAN

Pekerjaan merupakan sebuah identitas yang berpengaruh terhadap status sosial dan hubungan kepada masyarakat. Bukan cuma tentang bagaimana menghasilkan uang jutaan dengan cara yang mudah. Tetapi bagaimana Anda menghargai diri sendiri dan apa yang dikerjakan.

Siapa pun tak akan bisa memberikan yang terbaik bila tidak respek terhadap pekerjan yang dikerjakan. Katakanlah pekerjaan Anda telemarketing. Anda menghubungi seseorang yang tidak anda kenal dan memintanya untuk membeli barang-barang atau jasa yang belum mereka perlu atau bahkan tidak pernah mereka pertimbangkan untuk membelinya.

Anda merupakan salah satu dari jutaan orang di seluruh dunia yang bekerja dalam bidang ini. Sebisa mungkin anda akan membantu perusahaan agar lebih menguntungkan. Namun, suatu saat Anda pergi ke sebuah pesta yang diadakan seorang kawan anda. Tak jarang mereka “menyingkir” melihat kedatangan anda. Bukan karena kondisi fisik anda, tetapi karena mereka tahu anda adalah seorang telemarketing yang pastinya dituntut untuk menjual produk sebanyak-banyaknya. Mereka cenderung enggan mendengar anda berpromosi mengenai produk kantor anda. Padahal saat itu anda bukan sedang bekerja dan bahkan tak berpikir untuk berpromosi.

Bagaimana Anda bisa menjaga harga diri dan tetap tampil percaya diri bila mendapat perlakuan seperti itu? Memang sulit, namun bukan sesuatu hal yang tak bisa dilakukan. Ingatlah beberapa hal berikut, semua pekerjaan, asal halal, patut dihormati. Status sosial yang anda berikan pada pekerjaan merupakan hal yang tidak benar. Sedangkan, orang-orang yang mengkritik pekerjaan orang lain adalah orang yang kasar dan bodoh.

Ingat juga penghargaan terbesar didapat oleh mereka yang melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan dengan baik, atau tidak bisa melakukannya. Pekerjaan adalah apa yang Anda lakukan, bukan siapa Anda.

Ingatlah selalu hal-hal tersebut dalam benak anda, tak usah repot-repot memikirkan bila ada orang yang berusaha membuat anda malu. Hargai diri anda dan hargai apa yang anda lakukan.


MENJAWAB PERTANYAAN SAAT INTERVIEW

Dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan saat interview, gunakan bahasa yang baik dengan intonasi yang jelas.

Bila diminta menceritakan tentang diri anda, jangan terlalu banyak membanggakan diri sendiri, sebisa mungkin mengemas kelemahan dan kelebihan anda dengan bingkai kalimat yang sopan.

Misalnya, “saya seorang yang optimis, pekerja keras dan memiliki inisiatif tinggi. Saya mampu bekerja dalam tim atau pun independent. Terkadang saya memang pelupa, karena itu menyiasatinya saya selalu menyiapkan notepad kecil untuk mencatat hal-hal penting agar tidak lupa”.

Interviewer terkadang menanyakan beberapa pertanyaan seperti gaji yang diharapkan, alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya, pengalaman kerja, referensi, pertanyaan seputar kemampuan diri (skill) dan sebagainya.

Jujurlah ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jangan sampai anda terjebak pada jawaban karangan anda sendiri. Interviewer pastinya dapat membedakan keseriusan anda dalam menjawab, mana yang sebenarnya dan mana yang hanya bohong belaka.

Bila anda mengada-ada hanya akan mengurangi poin positif di mata interviewer. Selalu memulai sesuatu dengan nafas yang teratur dan senyum. Perhatikan juga gesture tubuh dan kontak mata.

JIKA IDE DI TOLAK

Memang menyakitkan hati kalau gagasan yang anda kemukakan ternyata ditolak. Karena menurut anda gagasan itu bagus sekali untuk kemajuan perusahaan tempat anda bekerja. Tapi jangan berhenti sampai disitu, cobalah anda perbaiki agar memperkecil kemungkinan terjadi penolakan kembali atas gagasan yang anda kemukan, simak beberapa langkah dibawah ini.

Sebaiknya gagasan bersifat untuk kepentingan organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang di kantor anda. Pikirkan berbagai aspek dan dampaknya. Jangan sampai orang lain beranggapan bahwa anda menyampaikan ide sebagai usaha untuk menjilat atasan atau sekedar carmuk (cari muka).

Sebelum mengungkapkan gagasan, anda perlu melakukan banyak komunikasi dan pendekatan, baik kepada atasan atau rekan-rekan. Komunikasi dengan rekan maksudnya untuk menghindari pembajakan gagasan anda. Gunakan pendekatan pribadi dan informal, terutama dengan atasan. Cobalah sampaikan gagasan anda dalam suasana yang santai dan cara yang sopan.

Sebelum menyampaikan gagasan, katakan pada atasan bahwa anda memiliki satu gagasan. Cobalah anda tanyakan apakah atasan anda memiliki waktu untuk mendengarkan gagasan anda. Jika kelihatannya atasan dalam keadaan tidak mood lebih baik pending saja dulu gagasan anda.

Gunakan data yang lengkap, obyektif dan up to date. Susunlah data-data tersebut dengan rapih dan sistematis. Kalau perlu gunakan data pembanding dari organisasi lain. Hal ini dilakukan agar atasan tidak meragukan atas gagasan anda yang memang keluar dari pemikiran anda.

Anda harus siap jika kemungkinan gagasan diakui oleh atasan anda sebagai gagasannya. Jangan bersikap emosionil. Jika anda ingin komplain, lakukan secara baik-baik. Katakan, bahwa anda cukup kompromis dengan pengakuan gagasan itu. Apabila ada kesepakatan antara anda dan atasan. Tapi bisa saja atasan mengatakan bahwa itu gagasannya tetapi terinsipirasi oleh usulan anda. Kemungkinan lain yang bisa terjadi, setelah konflik ini, apapun gagasan yang anda kemukan akan lebih mudah diterima. Tentu saja bila gagasan anda itu cukup menarik.

Keberhasilan mengajukan gagasan tergantung bagaimana anda menyampaikan dan melakukan pendekatan kepada atasan dan rekan sekerja. Jangan pernah ragu untuk mengungkapkan gagasan baru, meskipun ada kemungkinan ditolak. Ajukan terus gagasan lain yang lebih cemerlang dan tetap optimis, okay guys.

MENGATASI IRI PADA TEMAN

Banyak perasaan-perasaan negatif yang dapat mengganggu kita di kantor. Tapi yang paling umum terjadi dan kerap harus dihadapi adalah perasaan iri hati. Kebanyakan para profesional mempunyai perasaan iri dan juga merasakan orang lain iri terhadapnya. Di bawah ini ada beberapa tips untuk menghadapi rasa iri teman sekantor terhadap anda.

1. Pusatkan perhatian sebagai anggota tim
Seringkali kita bekerja keras untuk mendapatkan promosi, tugas khusus, atau pujian dari atasan yang membuat kita sampai lupa pada sekeliling. Namun, jangan lupa untuk lebih memperhatikan teman sekerja. Misalnya, pada waktu rapat tim kerja, gunakan kata-kata, “kami” bukan “saya”, buat daftar nama-nama teman sekerja untuk melakukan proyek besar.

2. Beritahu atasan
Tidak ada peraturan yang menyebutkan bahwa Anda harus mengerjakan semua tugas sendirian. Bila Anda merasa tidak nyaman karena sikap iri hati dari teman sekantor, bicarakan dengan atasan. Tak perlu dengan sikap mengadu apalagi memperbesar masalah, cukup ceritakan apa adanya.

3. Hindari gosip
Teman sekerja yang iri biasanya hanya mencetuskan dan menggosipkan pegawai yang membuat mereka terancam. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergoda untuk terbawa arus negatif. Bila mendengar gosip miring mengenai Anda atau rekan lainnya, hindari saja. Bila tidak, teman-teman sekantor akan memerhatikan dan menyadari bahwa bila ada gosip, pasti datangnya dari orang yang sama. Yang lebih parah bila orang tersebut adalah Anda.

4. Catat situasi membahayakan
Beberapa teman yang jahat mencoba melakukan sabotase terhadap salah satu teman yang sukses. Bila Anda yang dicemburui, perhatikan diri Anda. Catat hal-hal yang membahayakan yang diucapkan mengenai diri Anda dan pastikan Anda punya bukti untuk menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Mudah-mudahan atasan Anda cukup bijak dan pandai untuk menyadari gosip tersebut tidak benar pada waktu dia mendengarnya. Bila tidak, Anda akan berada dalam bahaya.

5. Pertahankan sikap profesional
Bila perasaan iri menyakiti hati Anda, yang paling baik dilakukan adalah menghadapinya secara profesional dan tetap melakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya. Hal ini berarti mencoba untuk tidak memberi komentar yang kasar dan tidak melakukan pembalasan. Bila teman sekantor iri dengan sukses yang Anda raih, tunjukkan kepada mereka mengapa Anda bisa sukses. Berikan contoh bahwa profesionalisme di kantor adalah cara nyata untuk mencapai sukses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: