Pernikahan Ke-23

WOOK Kundor, wanita berusia 70 tahun asal Malaysia merasa sangat bersyukur, saat mendapatkan kembali cintanya yang sudah lama terisolasi. Suaminya, Mohammad Noor Che Musa, pria yang kini berusia 38 tahun, telah pulang kembali ke rumah setelah rehabilitasi atas kecanduan obat-obatan.

Pernikahan Wook Kundor dengan Noor pada 2006 sempat menjadi berita heboh di Malayia, karena perbedaan usianya 32 tahun. Banyak yang meragukan kelanggengan usia perkawinan beda usia jauh ini. Dan kesangsian itu nyaris terbukti saat Wook sudah siap untuk menikah yang ke-23 kalinya, tahun lalu. Hal itu ingin dilakukannya karena khawatir suaminya akan meninggalkan dirinya setelah keluar dari rehabilitasi.

Namun Muhammad yang sebelumnya pernah mengontrak di salah satu rumah Wook mengatakan, Wook sudah menjadi takdir Tuhan untuk bisa bersama lagi. Kini, Wook telah mendapatkan kembali cintanya dan hidup bahagia bersama Noor.

“Saya sangat bersyukur suami saya bisa pulang lagi. Saya senang bisa bertemu dengannya lagi karena saya sangat mencintainya,” ujar Wook pasa sebuah harian Malaysia. “Kami akan menjalani kehidupan kami seperti layaknya pasangan suami-istri. Saya pun akan menjalankan kewajiban saya sebagai istri,” tambah Wook.

“Saya selalu merindukannya, saya tahu saya telah melakukan kesalahan dan saya tidak ingin mengulanginya,” ujar Noor yang menikahi Wook saat berada di negara bagian Trengganu. Ia bahkan menggambarkan cintanya pada Wook Kundor bagai kisah cinta dalam cerita “Romeo dan Juliet” yang hanya dipisahkan oleh kematian.

Kisah Wook dan Noor membuktikan bahwa cinta bisa menembus semua batas-batas ideal dalam logika manusia. Jodoh merupakan salah satu perkara di dunia, selain rejeki dan maut, yang menjadi urusan Allah SWT semata-mata. Sekalipun manusia memiliki batasan ideal, semisal beda usia, tetapi faktanya tak selalu sama ataupun benar pada kenyataannya.

Manusia bisa-bisa aja menentukan beda usia ideal sebuah pasangan suami-istri adalah antara 5 sampai 10 atau 15 tahun maksimal. Lebih dari itu dianggap aneh dan rawan dengan perceraian. Ini karena usia seringkali dikaitkan dengan kematangan mental dan kemampuan berpikir seseorang, sehingga sulit diharmonisasikan dengan perbedaaan usia yang terlalu jauh.

Kisah nyata cinta Wook dan Noor menunjukkan bahwa ukuran-ukuran ideal manusia tentang kelestarian suatu pernikahan tidak lebih dari sekadar teori belaka. Pernikahan yang terjadi karena perjodohan orang tua uang dianggap takkan mendatangkan kebahagiaan, tak sepenuhnya benar. Sebab, faktanya banyak pasangan yang dijodohkan justru langgeng dan bahagia, sebaliknya cinta karena pilihan hati sendiri cuma bertahan seumur jagung.

Anggapan masyarakat bahwa pernikahan tanpa pacaran akan membuat rumah tangga rawan dengan pertengkaran juga tak sepenuhnya benar, karena banyak yang pacaran selama satu atau sampai 10 tahun, tapi usia pernikahannya justru jauh lebih singkat dari masa pacarannya. Begitu pula dengan perkara beda usia jauh, misalnya, lebih dari 15 tahun bahkan sampai di atas 30 tahun, bukanlah jaminan pernikahan akan gampang berantakan.

Kita banyak melihat fakta dalam kehidupan pernikahan dengan kondisi yang sangat ideal, semisal si lelaki mapan secara ekonomi, sudah saling mengenal lewat pacaran selama lima tahun, beda usianya hanya enam tahun, satu agama, satu suku, kelas sosial dan ekonomi keluarga setara, tetapi tetap saja banyak yang berakhir di meja hijau Kantor Urusan Agama.

Alhasil, semua pandangan manusia dalam soal hubungan cinta yang ideal untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan, semuanya salah sekaligus semuanya benar. Begitu pula dengan yang diawali dengan kondisi tidak ideal, tidak ada yang salah juga tak ada yang benar. Semua hanyalah teori belaka, di mana satu teori tidak bisa digunakan pada semua hubungan cinta. Satu teori yang cocok untuk satu pasangan tidak selalu bisa dipakai sebagai patokan oleh pasangan lain.

Pendek kata, hanya Allah SWT yang maha menentukan panjang pendek, baik buruk, ideal maupun tak ideal tentang jodoh di antara manusia. Dan tentu, semua itu semata-mata memperlihatkan Kebesaran dan Keagungan atas kuasa-Nya akan jodoh, rezeki dan maut manusia.

Beberapa pandangan orang tentang cinta dan pernikahan dikutip dari Organisasi.org Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia:

2 responses to this post.

  1. pernikahan ke 23??? waduh bener bener …hebat tuh nenek

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: