Semua Karena “Facebook”

Ini,, adalah kisah cintaku dengan lelaki yang pertama kali dapat mengenalkanku dengan arti dari kata cinta itu sendiri. Namun begitu; cinta bukan untuk di artikan karena dia akan datang dengan sendirinya untuk memberikan arti bagi hidup yang mau merasakannya. Jangan pernah berfikir bahwa di dunia ini Terliputi kata kebetulan, karena semua telah di atur dengan rapinya oleh sang pencipta Termaksut satu kata saklar di dalamnya yaitu Cinta……

semuanya tertumpah dalam kisah cintaku dengan seorang pria yang sangat amat ku sayangi :
“Face book” inilah wadah pertama yang mempertemukan aku dengannya.
Sapaan melalui pesan singkat yang menyangkut nomor hand phone, telah menghantarkanku pada khasus percintaan yang untuk pertama kalinya aku alami, siapa sangka dari info telp pada profil di facebookku telah mengenalkanku pada seorang pria yang kini telah menjadi kekasihku. Hingga malam tiba, berlokasi di sebuah warnet, deringan telpon dari nomor yang tidak di kenal sedikit menguras waktu keseriusanku yang memang saat itu tengah menemani saudara yang hendak mengerjakan tugas kuliahnya. Obrolan kami berlanjut hingga perjalanan pulang dan setiba kami di rumah kostku, teringat betul olehku dengan dialeg sunda kami mengawali pembicaraan, dan ketika itu pula aku mulai belajar untuk memanggilnya dengan sapaan “Mas” karena keberatan jika aku memanggilnya dengan sebutan “pak” yang menurutnya ada ruang pembatas untuk obrolan kami. ada kecocokkan dalam komunikasi antara aku dengannya, kami begitu nyambung untuk membahas semua topik yang ada malam itu.

Yah,,, awalnya dia memang mengira kalau aku orang sunda, namun semua itu terbantahkan dengan lokasi keberadaanku di Makassar kala itu, meskipun memang kenyataannya, aku memang bukan suku jawa melainkan suku luwuk yang jarak kotanya saja sekitar 12 dari Makassar. Memang hanya Via telponlah kedekatan kami mulai berlanjut, dari sekedar menanyakan kabar dan kegiatan saja, Percakapan itu pun di bubuhi dengan curhat olehku yang saat itu memang lagi banyak di dekatin oleh para lelaki… …. ekhemm bukannya Geer, tapi itulah kenyataannya “”””( sambil tersenyum )””””.
Tiba saatnya aku curhat tentang lelaki yang ber inisial Rf, Pria yang berusaha mendekati dan bahkan sempat mengaktakan cinta kepadaku, singkat cerita ; aku mengenalnya dari teman yang juga merupakan teman baiknya, pertemuanku dengannya ternyata membawa perasaan lain buatnya, namun tidak begitu denganku, Karena memang gak ada perasaan suka yang teralun untuknya walau itu hanya sedikit. Topik inilah yang mungkin membawanya untuk semakin ingin masuk menjadi bagian dari hidupku. Berselang dua hari jeda waktu saat ku ceritakan tentang hal itu, Dia pun nekat mengatakan cintanya untuk seorang Indah….

Kenekatannya itu terbukti dengan kanyataan bahwa kami tidak pernah bertemu sebelumnya, belum saling mengenal watak dan karakter masing-masing dan aku hanya dapat mengaguminya dari setiap kata yang terucap dari bibirnya, sosok dewasa aku temukan dalam nasehat-nasehatnya dan itu menjadi salah satu alasan kenapa aku mau menerimanya untuk menjadi kekasihku, walau kami tidak saling mengenal. Mungkin bagi kebanyakan orang; hubungan seperti ini adalah hubungan main-main yang hampir semua orang pernah di singgahi untuk tawaran sebagai pemerannya, namun tidak begitu bagiku..
Ku hormati semua ucapannya, dan ku jaga semua cinta yang ku punya untuknya.
Adapun untuk pertama kalinya aku dapat membayangkan wajahnya, adalah ketika dia mengirim pesan multimedia ( MMS ) kepadaku. lewat foto itulah, ku selalu bermimpi agar kiranya dapat di pertemukan dengannnya. Perbedaan umur yang terpaut 10 tahun di antara kami, tidak menghalangi langkahku untuk mencoba menjalin hubungan dengannya, karena bagiku usia hanyalah deretan perbedaan angka yang sama sekali tidak membawa pengaruh bagi kata sayangku untuknya saat itu. Sempat di tentang oleh sahabat dan teman-temanku namun aku tak peduli dengan semuanya.

Cinta memang buta, namun bukan berarti aku telah di butakan juga olehnya, aku punya alasan yang tidak semua orang harus tahu ( Mengapa KU memilihnya ) , hingga semua untaian kata negatif bagi terjalinnya hubunganku dari mereka, sanggup terpatahkan dengan keseriusanku dalam menjalaninya.
Jujur aja, saat itu aku hanya mengaguminya karena kedewasaan yang selama ini belum aku temukan pada diri mantan-mantan pacarku sebelumnya.

Terbilang saat itu aku memang termaksut wanita yang suka mempermainkan perasaan pria, karena aku nyaris tidak pernah serius dalam membina sebuah hubungan apalagi hanya untuk kata “ Pacaran” namun sedikit demi sedikit dia telah merubahku untuk manjadi lebih baik” dan aku menghargainya”. Kurang dari sebulan hubungan by phoneku dengannya berlanjut hingga ke perencanaan pertemuan olehnya. :)
Dan Bertepat di tanggal 24 desember 2009, bandara sultan hasanuddin Makassar awal pertemuanku dengan sosok yang selama ini hanya dapat ku hayalkan. mimpi ku serasa di jawab oleh tuhan ketika mata ini memandang wajahnya untuk pertama kalinya ; Menggunakan kemeja merah marun dia datang menghampiriku yang ketika itu sedang asik foto memfoto dengan saudaraku ( R ) yang berkenan untuk menemaniku ke bandara siang itu. Meskipun kebanyakan dari pengalaman orang yang malu saat akan bertemu untuk pertama kalinya dengan kenalan yang hanya mereka kenal melalui phone, namun perasaan itu jauh dari hati dan fikiranku yang Seolah-olah aku telah mengenalnya jauh sebelum aku menemuinya Tidak ada kekakuan untuk berhadapan dengan dirinya, karena cinta itu sudah ada sebelum aku melihatnya.

Meski hanya 3 hari saja keberadaannya di Makassar namun kenangan itu masih sangat membekas di hatiku dan sampai kapanpun gak akan pernah hilang karena tempatmu mas, memang sudah ada di hatiku. Saat itu, aku hanya dapat menemaninya di waktu malam saja, karena saat siangnnya aku harus bekerja. Namun begitu, hari-hariku telah penuh warna dengan kedatangannya dan kala itu hanya terpaut kata: ingin cepat pulang saat di kantor pertemuan itu, kami isi di pusat perbelanjaan dan pasar ( hehehhehe, awalnya dia menolak tapi aku menginginkan itu dan dia memenuhinya ) tidak di pungkiri waktu kami lebih banyak ngobrol bersama ketimbang dengan jalan, karena KU ingin memanfaatkan waktu yang singkat itu hanya berdua dengannya. Sore hari, seusai mandi aku pergi menemuinya di hotel yang kala itu sedang istirahat , kedatanganku di susul oleh teman-temanku hingga kami ber enam keluar untuk makan malam yang berlokasi tidak jauh dari hotel tempatnya menginap. sebagai hari terakhirnya di Makassar, sepulang dari pasar setelah dia mandi, Keberangkatang kami dari hotel ke bandara di temani oleh dua orang keluarga yang juga merupakan teman satu kostku ( L dan R ) sempat ada kenangan berupa foto dan video yang terekam sebelum keberangkatannya menuju Jakarta, satu jam sebelum penerbangan dia sudah harus check in dan dengan mata berkaca-kaca pula aku menggiringnya sekan tak menginginkan perpisahan tersebut. Air mata yang tak bisa ku bendung lagi akhirnya ku curahkan dalam rangkulan saudaraku ( R) karena rasa kehilangan yang teramat dalam. Tangisan itu tak terhenti hanya di bandara namun dua hari sesudahnyapun kesedihan itu masih sangat terasa dengan Bercampurnya rasa rindu yang tak pernah ada usainya, Aku selalu menginkannya untuk datang kembali ” Namun saat itu belum ada kata kepastian olehnya , karena kesibukkannya yang belum bisa untuk di ajak kompromi”.

Setibanya di Jakarta, dia langsung menghubungiku untuk memberi dan mengetahui kabar dariku, namun dari awal percakapan hingga akhir semua di iringi dengan tangisaanku yang masih membekas saat aku mengantar kepulangannya. Memang benar kata pepatah lebih baik meninggalkan daripada di tinggalkan, karena rasanya pasti akan sakit….

Selayaknya hubungan sepasang kekasih, kisah kamipun tak selancar air sungai yang terus mengalir dengan keindahannya, pertengkaran dan kesalah pahaman sering jua kami lalui. Apalagi dengan konsep percintaan jarak jauh atau yang akrab di kenal dengan long-distance, masalah yang kami alami ini 7 kali lipat lebih rumit jika di bandingkan dengan hubungan percintaan yang tidak di halangi oleh jarak dan waktu antara Makassar dan Jakarta seperti yang kami alami. Karena untuk penyelesaiannya saja semua hanya bisa di lakukan dengan komunikasi by phone yang sewaktu-waktu bisa saja di putuskan sebelum selesainya masalah. Aku memang lebih dominan pemarah jika di bandingkan dengan dirinya, masalah orang ketiga acap kali mengusik keharmonisan hubunganku dengannya, pernah aku melukainya dalam masalah ini ,diapun begitu namun semua masih bisa terselesaikan dengan saling memaafkan dan menyadari kesalahan masing-masing ………

jeda waktu yang kami gunakan untuk marahan tidak terlalu lama, namun begitu; butuh waktu kurang dari seminggu untuk memulihkan semuanya, Dan aku yakin semua itu karena adanya cinta dan saling membutuhkan antara aku dan dirinya. Rasa takut untuk kehilangan orang yang terkasih jauh lebih berkuasa jika di bandingkan dengan rasa ego untuk mementingkan kepentingan diri sendiri . Dia pernah berucap bahwa : dalam sebuah hubungan yang terpenting itu adalah adanya saling percaya, terbuka dan kesetiaan, namun dalam hubungan jarak jauh seperti yang kami lakoni saat itu , Komunikasi adalah jauh di atas dari ke tiga poin tersebut. Oleh sebab itu, meskipun hanya melalui hanphone, namun itu tak kalahnya dengan bentuk perhatian yang luar biasa khususnya untukku.
Kami berupaya untuk saling melengkapi dalam hal apapun yang terasa ada kekurangan di miliki oleh pasangan kami, sikap manjaku selalu di bimbing dengan kedewasaannya, dan sikap keegoisannya selalu aku barengi dengan bentuk perhatianku yang selalu mengarah dalam satu pokok bahwa aku masih membutuhkannya sebagai orang yang bersedia menyayangi dan aku sayangi. Meskipun kesibukkannya kadang kala mengurangi jatah perhatiannya untukku namun aku yakin bahwa apapun yang dia lakukan adalah untuk kepentingan dirinya dan kami jika kelak akan bersama. Sebagai seorang perempuan yang lebih banyak membutuhkan perhatian dan kasih sayang, memang berat untuk mengerti dengan pekerjaannya yang 1 kali 24 jam butuh tanggung jawabnya, tapi ini adalah bagian dari resiko untuk menjadi pasangannya.

Tidak di sangka kebiasaan burukku yang dahulu terpelihara akibat kurang control dalam pergaulan dapat berputar arah hingga 180derajat karena dirinya, tidak ada lagi dunia malam yang sering ku lakoni bersama teman-teman, semua kata perselingkuhan telah engah pula dalam fikiranku, karena bagiku dia sudah sempurna…. Apalagi yang harus aku cari di luar dirinya semua perhatian, cinta dan keseriusan yang aku cari, telah aku temukan dalam sosok seorang eko setiawan. Aku hanya berharap apa yang aku rasakan terhadapnya , itu pula yang dia rasakan untukku.

Butuh empat bulan untuk mengulang semua kenangan manis saat bersamanya, kedatangannya untuk yang kedua kali sangat berbeda dengan kedatangan yang sebelumnya. Tujuan utama kami berdua adalah Malili, daerah dimana aku di lahirkan……
13 Mei 2010, aku dapat memandang wajahnya lagi, sesaat setelah KU aku menjemputnya , persinggahan pertama kami adalah hotel dimana pertama kali dia datang ke Makassar. Seusai makan , perpisahan malam itu di tutup dengan serpihan untaian kata mesra untuknya. Tidak sabar menunggu datangnya pagi, akupun gak bisa tidur di buatnya.
Pukul 08.20 dia menelpon untuk membangunkanku dalam rangka untuk minta di buatin teh manis + jajanan sebagai pendamping minuman tersebut. Berangkat dengan keadaan belum mandi, aku mendatanginya lengkap dengan pesanan. Pagi yang romantic buatku, karena adanya seorang terkasih di sampingku saat itu. Sapaan waktu yang kian sorepun menghantarkan kami di sebuah café yang jaraknya tidak jauh dari terminal bis menuju kampungku ( pabeta ) karena hari itu, kami berdua memang akan melakukan perjalanan guna menemui keluarga besarku. Berangkat dari pukul 19.00, kami melewati malam itu berdua di dalam bis dengan beberapa hambatan “ susahnya pengen ketemu calon martua “ hehheh…… itulah kata yang sempat terucap olehnya; dari jembatan putus, jalan kaki dengan mambawa barang, naik ojek, dan berpanas-panasan di dalam mobil tanpa ac sambil nunggu antrian di POM bensin, ini semua merupakan bagian dari kata susah yang kami rasakan hingga tepat pukul 11.15 siang.

Setibanya, semua di awali perkenalannya dengan kedua orang tuaku. makan siang, berkumpul dengan keluarga hingga mandi kemudian istirahat sampai sorepun berlalu, semua terlewatkan di hari itu. Kedatangannya membuatku semakin mencintainya karena kesabaran, pengorbanan dan keberaniannya untuk menemui kalurgaku “ aku bangga padanya “ karena dia adalah sosok yang pertama kali aku pertemukan dengan kedua orang tuaku, entah bagaimana caranya dia dapat lisaakinkanku untuk melakukan hal itu . Yang jelasnya adalah, aku sangat menyayanginya jauh sebelum hari ini, dan hingga saat ini.
Cuman semalam waktu yang kami habiskan di kampung, karena kondisi jadwal kerjanya yang padat, kali ini perjalanannya tak sesulit kemarin, hanya ada satu masalah kecil yang berefek besar bagiku dan baginya ; bis yang kami tumpangi tidak di lengkapi dengan selimut yang seharusnya ada, dengan alasan ketinggalan, DINGIN…. Kata ini langsung terlintas di kepalaku karena kami berduapun tak ada yang membawa selimut, hal pertama yang masKU lakukan saat itu adalah melepas jaket yang ia kenakan dan di berikan untukku, semakin malam semakin dalam pula rasa dingin yang terasa, saat itu , untung saja ada handuk dalam tas ranselnya yang dapat di gunakan untuk sedikit mengurangi rasa dingin yang menusuk tubuhnya. Tiba pagi di Makassar, aku berencana untuk menghabiskan waktu bersamanya sambil menunggu waktu kepulangannya ke Jakarta, di temani dengan film yang terputar di laptop kepunyaanya kami melalui siang itu dengan aneka topik pembicaraan dalam hubungan kami .

Berlokasi di tempat makan yang tidak jauh dari kantorku kami berdua menghabiskan waktu berdua dengan Makan siang sambil memuaskan mata ini untuk menatap wajahnya yang tidak lama lagi akan meninggalkanku, hingga tiba arah jarum jam bertepatan tiga jam sebelum jam penerbangan, kami berdua menuju bandara yang akan memisahkan antara aku dan dia meski hanya untuk sementara &; Untuk yang ke sekian kalinya, kepergiannya masih menggoreskan luka yang amat sakit dalam hatiku, ingin rasanya ku lakukan sesuatu agar dia gak jadi pulang saat itu, namun semua ada batasnya begitupun dengan kemampuanku untuk mencegahnya, aku menangis dan langsung pulang dengan masig membawa segenap rasa kehilangan dan rindu yang tidak akan pernah terpuaskan darinya. Apapun akhir dari percintaanku dengannya ku harap adalah yang terindah dari tuhan…

Dan jika aku di beri pilihan untuk bernafas atau mencinta, maka aku akan menggunakan nafas terakhirku untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu mas..
Kisah ini, adalah kisah yang sebenar-benarnya terjadi antara aku dan dirinya
Kisah cinta yang tak akan lekang oleh masa,
tak akan hilang dari ingatan meski waktu
terus menunjukkan usianya yang sudah tidak
lagi bisa di katakana muda.
Kasih sayang akan selalu jalan beriringan
dengan pengorbanan, namun pengorbanan
tersebut dapat mencapai wujutnya yang
sempurna jika terbukti bahwa cintamu
padanya hanya dapat di patahkan oleh
hentakan nafas terakhirmu di dunia.


2. NOMOR PERSELINGKUHAN

Sakit rasanya jika hati di sakiti, apalagi jika itu untuk pertama kalinya penderitaan tersebut di rasakan……
Inilah yang aku alami saat ku tahu bahwa kekasih yang selama ini ku percaya telah menduakan cinta yang selama ini dia agung-agungkan dalam setiap ucapan manisnya.
Seperti awal dari percintaan kami, perselingkuhannya pun bermula dari situs jaring sosial ” Facebook” Tak ku sangka jika perkenalannya dengan seorang gadis belia asal medan melalui commet status hingga permintaan nomor hand phone telah membawa rasa penasarannya terhadap gadis tersebut larut jauh meninggalkan semua ingatannya tentang ku. ku menyaksikan percakapan mereka tersebut setelah seminggu dari terupdatenya status (dl) ( sebutan gadis tersebut ) hingga ku rasakan sedih bercampur amarah yang menghantarkanku sampai kepada kalimat akan takut kehilangannya.

Kala itu ku utarakan semua apa yang aku rasakan setelah membaca percakapan mereka tersebut ” kata maaf pun terhatur rapi dari bibirnya ” & entah mengapa, ku begitu mudah untuk menyimpulkan bahwa ada kesungguhan dalam setiap kata penyesalannya itu. Hingga akhirnya ku putuskan untuk melupakan semuanya dan berusaha untuk mengembalikan semua keharmonisan hubungan antara aku dan dirinya.
Dari awal hubunganku dengannya, telah tertanam komitmen untuk saling jujur dan percaya dalam hal apapun, dia selalu terbuka padaku mengenai pekerjaan dan keluarganya terutama teman sekampung yang bernasib sama dengannya bernama ” Wawan” yang tidak jarang menjadi sampul cerita dalam setiap pembicaraan kami. Wawan adalah pria yang hadir dan menjelma sebagai kekasih dari seorang dl ( Gadis yang nyaris di dekati oleh kekasih ku) dan meskipun aku belum pernah bertatapan langsung dengannya namun sosoknya sudah banyak ku kenal dari cerita kekasihku yang juga merupakan teman baiknya.

Berada dalam satu kota, & bekerja pada bidang yang sama namun beda perusahaan tak membuat keduanya untuk saling bersaing dan menjatuhkan.
Dalam hal ini wawan memang lebih senior jika di bandingkan dengan pengalaman kerja Mas Eko ( begitu ku memanggilnya ) hingga jika ada kesulitan, wawan tidak pernah sungkan untuk menanyakannya secara langsung. Dari kisah cintanya dengan (dl), telah membawa ku pula untuk lebih akrab dengan gadis tersebut karena mengingat bahwa dia adalah kekasih dari sahabat kekasihku juga. Selisih hari jadiku dengan sang kekasih hanya berbeda sebulan dengan hari jadian antara wawan dan (dl), hal inilah yang menyebabkan perjalanan kisah kami hampir berjalan seiringan dengan topik dan masalah yang tidak jauh berbeda.
(dl) sering mencurahkan perasaannya kepadaku, mengenai hubungan mereka yang tak pernah saling bertemu tersebut..

Yah”,,,, hubungan mereka memang hanya di jalani dalam dunia maya melalui chating dan by phone, hal ini di sebabkan karena pekerjaan wawan yang tidak jauh beda dengan pekerjaan eko yang banyak menyita waktu hingga tak ada kesempatan untuk merencanakan pertemuan sebagaimana yang telah mas Eko lakukan dalam periode hubungan kami.
meskipun hubungan mereka terdengar sangat rumit dengan kondisi tersebut, namun tak pernah ada masalah berarti antara mereka berdua. kadang rasa iri dan cemburupun datang mengusik alam fikiranku apalagi jika menyangkut tentang keharmonisan hubungan mereka yang kala itu menggunakan kata Ayah-Bunda sebagai panggilan sayang dalam ikatan cinta mereka. Di balik dari kisah percintaan antara mereka, kicauan hubungan cintaku dengan ekopun tak kala merdunya dalam suara keseriusan hingga kata-kata kerinduanpun tak mampu lagi untuk mewakili semua inginku untuk bertemu dengannya. Dalam satu wacana percakapanku dengannya kami selalu berandai-andai kelak akan mempunyai seorang anak perempuan yang merupakan anak pertama dalam hubungan pernikahan kami yang di hadiahi dengan Nama “NESYA” awalnya memang dia yang memilihkan nama tersebut, namun ku menemukan arti lain dari nama itu yang bisa di terjamahkan dalam singkatan antara namaku dan namanya ( Nurlinda, Eko setyawan ) nama yang bagus bukan ….?

01 Juli 2010, tepat berusia tujuh bulan hubunganku dengannya, dan dalam waktu tersebut hanya ada dua waktu tempo pertemuan kami yang di simbolkan dengan kedatangannya ke makassar untuk menemuiku. Kunjungan terakhirnya di tanggal 17 mei 2010, yang kala itu banyak membawa cerita untuk kami berdua, dari perjalanan kami menuju kampung halaman yang memakan waktu kurang lebih 12 jam dari kota makassar hingga kepulangannya dari bandara menuju kembali ke jakarta. bersumber dari laptop bawaannya ; Aku dan keluarga sudah banyak mengenal keluarganya di semarang meski hanya melalui rekaman video dan foto-foto dari albumnya. dan dari video itu pula Aku bisa melihat wajah wawan yang sesungguhnya meski tidak jauh beda dengan foto yang terpampang di facebooknya, dan jika di bandingkan ada keserasian antara wawan dan (dl) yang kala itu juga terdapat fotonya di laptop kepunyaan mas eko.

Bagiku wawan adalah pribadi yang bekerja keras dan setia pada satu pasangan, hal ini ku simpulkan dari semua cerita yang di haturkan kekasihku tentangnya dan juga dari kebiasaan baiknya di facebook yang hanya aktif untuk mengomentari status kekasihnya ( (dl) ), hampir semua statusnya di komentarin/like oleh wawan dan ini pula yang sempat membuatku di hampiri rasa inginku seperti merekaberdua. namun Aku sudah cukup bahagia degan keadaan hubunganku dengan eko yang kala itu masih baik-baik saja. Bukan cuman wawan saja yang berusaha untuk membuktikan rasa sayangnya ke (dl) namun begitupun sebaliknya. Hal itu terbukti dari paket kiriman bika ambon darinya (dl) untuk yang terkasih ( wawan ).
Entah mungkin karena keseringan saling berbagi cerita tentang hubungan percintaan kami melalui chat, Aku pun semakin terbiasa dengan kebiasaan terebut hingga sudah menganggap (dl) seperti adik bagiku, karena nyatanya Aku memang tidak mempunyai saudara perempuan. Dari chat beralih ke telepon” meskipun kebiasaan ini di tentang oleh kekasihku sendiri dengan alasan agar Aku tidak terlalu jauh mencampuri hubungan orang lain utamanya wawan dan (dl) .

17 juli 2010, untuk pertama kalinya (dl) menghubungiku da kala sinar mentari telah mulai menghilang dari terangnya. Dengan tenang dia menyapa dan mulai bercerita tentang hubungannya dengan wawan yang kala itu sedang ada problem komunikasi yang mulai berkurang dari biasanya. Awalnya Aku ingin menghubungi wawan untuk dapat mengetahui secara jelas alasan dari masalah mereka berdua, namun siang itu nomor yang di berikan oleh mas eko tersebut sudah tidak di gunakan lagi. Akhirnya ku coba untuk meminta nomor wawan yang lain kepada (dl) yang saat itu masih sedang berkomunikasi via telp denganku.
08xxxxxxx93 begitu mendengar sebutan nomor ini dari bibirnya, saat itu juga air mataku tercucur deras dengan sendirinya, Gemuruh perasaan marah berkecamuk dalam deretan kata-kata yang sudah tak mampu lagi terucap karena tertutupi oleh tangisanku Siapa sangka bahwa nomor tersebut sama persis dengan nomor yang terhafal mati dalam fikiranku, karena nomor itu adalah kepunyaan dari kekasihku sendiri. Apa mungkin dua orang yang berbeda dalam keadaan sudah matang dan dewasa, mempunyai satu nomor handphone yang sama ………….?
Karena kurang yakin dengan apa yang ku fikirkan, akhirnya ku meminta nomor lain yang bisa di hubungkan dengan wawan. dan pertanyaan anehpun kembali menguak dalam benakku ” apa mungkin juga orang yang bekerja pada kantor yang berbeda dapat memiliki nomor telp.kantor yang tak satu angka pun yang membedakan keduanya….?

Awal dari nomor telpon inilah yang membongkar semua kebohongan yang selama ini di lakoni oleh kekasihku sendiri yang juga merupakan kekasih dari (dl) . Dua nama dalam satu orang, dan dua lakon dalam satu nomor, telah pula mengajarkanku apa itu sakit hati yang sebenarnya…. Butuh waktu tiga hari untuk lisaakinkaan diriku guna menanyakan semuanya secara langsung kepada Mas ….” Pengakuan dan Kejujuran” itu yang ku harapkan darinya. Sakit hati yang ku rasakan saat itu telah banyak membawaku pada penderitaan karena cinta, hingga terasa percuma semua yang telah kami jalani selama itu.
Akuu rangkai semua cerita(dl) dalam ret-ret bukti yang ku simpulkan sendiri, mulai dari :
• munculnya nama wawan secara tiba-tiba sesaat Aku melarang mas eko Untuk berhubungan dalam bentuk apapun lagi dengan (dl) .
• adanya foto (dl) di laptop miliknya
• nama pimpinan yang sama
• inginnya wawan juga untuk memiliki anak perempuan yang akan di beri nama Nesya
• Aku tidak bisa mengomentari status wawan, karena pengaturan privasi olehnya meskipun ada nama lain juga yang di antarnya Santy imut.
dan ku rasa semua sudah cukup untuk membuktikan semuanya, lalu….. Siapa wawan yang sebenarnya ????????
foto yang terpasang di profil fb wawan yang di dalangi mas eko tersebut adalah pria yang bernama topan , dia memang tinggal sekampung dengan eko namun kegiatannya lebih sering di habiskan di hutan untuk berburu binatang. Saat Aku mengungkap semua kebohongan dan penghianatan cintanya, dia hanya bisa diam seraya mengeluhkan sakit yang dia alami kala itu. karena jarak yang begitu jauh, masalah tersebut hanya bisa kami selesaikan melalui handphone saja. Adapun percakapan kami via telp saat itu, masih sedikit terekam dalam ingatanku:
dia : hallo, asalamu alikum……….
aku: salam mas, lagi dimana ?
dia : Di kantor, mas lagi sakit
aku: kenapa tepnya baru di angkat ?
dia : sory sayang, tadi mas dari rumah sakit, terus ketiduran
aku: oh,,, Aku dah tau semuanya mas, tentang (dl) , mas dan Wawan
gak nyangka ya, orang yang selama ini sangat gak suka klo ku ceritain masalah
perselingkuhan ternyata adalah pemain utama yang sudah lebih jauh melakoninya.
sekarang mas jawab aja,, mas suka ma dia ??
dia : enggak.
aku terus, kenapa mas lakuin itu..? apa alasannya mas…?
dia : ——————- tanpa sepatah katapun
aku: kenapa gak di jawab ?
dia : mas minta maaf sayang, mas udah nyakitin kamu dan sekarang mas
sudah terima akibatnya, dada mas sakit banget dari kemarin dan mas udah periksa
tp kata dokter gak ada apa2…. mas tau klo mas slah, dan mas mohon kamu mau
maafin mas, dan mas janiji gak akan ngelakuin kesalahan itu lagi sama kamu.
aku: lalu, nama nesya mas, mulai saat ini itu adalah nama yang paling Aku benci,
dan sekarang mas maunya apa?
dia: mas, mau lanjut sama kamu.

Kurang lebih, begitulah isi percakapanku dengannya, yang kala itu Aku sudah bersiap2 untuk melakukan perjalanan pulang kampung dalam rangka cuty tahunan. Dia memang kebanyakan diamnya, entah karena menyesal atau sedang menahan rasa sakit…. Aku pun gak tau apa yang dia fikirkan saat itu. Luka yang ku bawa mulai perjalanan bus meninggalkan kota makassar hingga tibanya di kampung telah banyak menguras air mataku. Untuk yang ke tiga kalinya pada malam itu (dl) menelponku untuk berbagi rasa dan menyatakan bahwa eko/wawan sudah meminta maaf padanya dan masing-masing dari mereka berkeinginan untuk menyudahi semuanya.
Dalam jeda waktu yang tidak lama, ekopun menelponku berpapasan saat bus yang Aku tumpangi sedang beristirahat di salah satu tempat makan pada pukul 21.00. memang besar rasa kecewa ini karenanya, namun tidak dapat ku pungkiri bahwa lebih besarnya ketersediaan cinta yang ku punya untuknya… hingga kini 01 agustus 2010, delapan bulan usia hubungan kami dan aku tetap menjalaninya dengan cinta. namun tak segampang itu untuk melupakan semua kesalahannya.
” karena meskipun dia yang pertama kali mngenalkanku apa itu cinta yang sebenarnya, namun dia pula lah yang mendekatkan perkenalanku dengan sebutan sakit hati karena cinta itu sendiri.
ku jalani hubungan ini kembali, dengan harapan agar dia bisa membuktikan keseriusannya dalam mengartikan cinta yang Sanggup bermakna untuknya, untukku, dan untuk semua orang…………..


3. KESALAHAN YANG SAMA

“Luka lama tergores kembali”………………..
hanya kata inilah yang sanggub ku perdengarkan pada hati kecil yang sudah tak sanggup lagi menyuarakan desakan air untuk tangisanku, Terpaku di dalam kesunyian malam seakan tak ada makna sedikitpun yang terselip di dalam hubungan cinta yang ku banggakan darinya.
20 september 2010, bertepatan dengan hari pertamaku masuk kerja di lingkungan yang berbeda, hal ini di sebabkan karena perpindahan lokasi kantor dari makassar ke kota yang tidak jauh dari kampungku : Palopo”. yang terlintas di fikiranku seraya menempuh perjalanan dari rumah adalah: tempat baru yang sepi, gak ada teman, dan aku harus belajar untuk mandiri lagi dengan bangun tanpa sarapan yang biasanya telah terhidang di atas meja . namun demikian semua harus ku jalani, meski sulit tetap jaga posisi senyum……
Tidak sabar untuk melihat perkembangan dan info terbaru di Fbku, dengan penuh semangat ku nyalakan komputer sebagai sarana kantor untuk sekedar on line sembari menunggu pesanan makan siang. dengan jari kecilku, genggaman mouse yang sengaja ku arahkan pada satu nama yang sangat berarti untukku, ingin ku ketahui semua tentangnya meski itu hanya melalui rendetan statusnya di facebook. aku amati semua tentang apa yang di fikirkan, hingga mata ini hanya terfokus pada satu nama yang sangat aktif untuk berbalas koment dengannya
( Atika )…..
meskipun infonya mencantumkan sedang bertunangan dengan orang lain
( harapan) namun tetap saja ku rasakan nama ini begitu banyak pengaruhnya
bagi hatiku yang mendadak risau oleh semua perkataannya, dengan tanpa basi -basi
aku putuskan untuk segera meminta penjelasan dari kekasihku.

Bukannya mendapatkan kejelasan darinya, bahkan ucapan maaf dan kata tidak saling mengenal yang terucap dari bibir seorang lelaki itu, hanya menambah rasa penasaranku terhadap pertanyaan ( ada hubungan apa sebenarnya di antara mereka ??? ), bahkan ancamannya untuk membuat perjanjian denganku, semakin memacuku untuk memperjelas semuanya dengan caraku sendiri. adapun isi perjanjian kami tersebut adalah :
” Jika aku tidak dapat membuktikan bahwa BENAR mereka berdua saling mengenal atau berhubungan lebih dari teman biasa, Maka aku harus mendengarkan semua ucapannya.
Namun jika sebaliknya, maka apapun keputusanku harus dia terima ” dan aku iyakan semua itu karena keyakinanku akan apa yang di katakan oleh perasaanku kala itu.

aku mulai semuanya dengan berfokus pada profil atika dan kekasihnya harapan , ini adalah bagian kecil dari percakapannya di facebook :

atika: Harapan mas KU lagi ngpain ya?????
20 September jam 22:21
Harapan : bara aj pulang kerja sayang..
koku kmu lom bo2?

o meskipun kata- kata ini terlihat sederhana dan mampu di ucapkan oleh semua orang, namun bagiku; cara penulisan dan bentuk ejaannya dapat memberikan satu petunjuk baru untukku bahwa tidak menutup kemungkinan jika harapan adalah jelmaan dari kekasihku juga, sama seperti apa yang pernah dia lakukan sebelumnya. kadang aku merasa sudah tak di anggap ada olehnya lagi, karena semua sikap dan keegoisannya, selalu melarang namun tak ingin di nasehati apalagi jika membahas tentang kemungkinan-kemungkinan penghianatan yang bisa saja dia lakukan.

Ku ambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini sendirian, tanpa harus melibatkannya apalagi jika ingin menanyakan secara langsung kepadanya sudah serasa hal yang mustahil bagiku. karena setiap pertanyaan ini terkuak untuknya, maka selalu saja luapan emosinya yang di utamakan guna menghindar dari segala tuduhan tersebut.
Terlintas olehku nama Santy yang hampir menjadi perdebatan pula antara aku dan eko di masa yang sebelumnya. sesegera ku cari tau pula tentang dirinya, namun hanya paras wajahnya saja yang dapat ku lihat, karena FB tersebut sudah tidak aktif semenjak maret 2010.
dari awal perkenalan dan pertemuan antara mereka berdua ( mas dan atika ), untaian rasa gelisah semakin mendorongku untuk mengetahui semuanya lebih awal dari perkiraan waktuku untuk masalah ini. Ada privasi dalam profil atika dan itu terkecualikan untuk kekasihku sendiri hingga siapa atika sebenarnya dapat aku ketahui melalui fb Mas.
foto asli dalam albumnya adalah wajah dari wanita yang pernah aku curigai juga ada hubungan dengan kekasihku yaitu Santy jadi Atika=Santi.

banyak fakta yang dapat aku simpul sebagai bukti meski itu hanya bersumberkan dari aktivitas mereka di Facebook, mulai kesamaan tanggal lahir, alamat dan sekolah antara harapan dan kekasihku, hingga bukti yang membenarkan pernah terjalinnya hubungan tersembunyi antara
(wawan/eko) dan (santy/atika) & lama hubungan mereka sudah terjalin jauh sebelum aku berhubungan dengan Mas, deraian air mata yang tak akan bisa di anggap cukup mewakili semua perasaan sakit dan kecewaku, adalah teman setia di kala fikiranku sudah mulai terisi akan masalah ini. kata-kata penyesalan dari lebihnya amarah kebencianku untuknya hanya bisa aku lampiaskan pada mereka yang mau mendengarkan jeritanku. aku malu pada diriku sendiri yang semakin di anggap bodoh olehnya, terlalu mudah aku mempercayai semua apa yang di katakannya hanya karena sudah terbuai oleh janji-janji palsunya akan kesetiaan.

Menangis……………
hanya ini yang bisa aku lakukan,dan semua akan berakhir meski ini bukan akhir yang aku inginkan dari kisah cintaku dengannya, Walau demikian, butuh waktu 3 hari untuk membuktikan semuanya lalu aku barengi dengan ucapan perpisahan dengannya. Ucapan itu hanya dapat terhaturkan melalui pesan singkat olehku sebab kesulitan untuk dapat tersambung dan mengutarakannya secara langsung via telp, karena jarak dan mungkin kesibukkannya hingga tidak sempat untuk menjawab panggilanku. saat ini hatiku memang sakit dengan belahan luka yang sama darinya namun jika hubungan ini terlanjutkan, tidak menutup kemungkinan akan berlipat kali lagi sakit yang akan aku dapatkan di kemudian saat bersamanya.

Bukan perpisahan ini yang Aku tangisi, melainkan pertemuan dengannya yang hingga melibatkan seluruh keluarga besarku, aku tidak tau harus berkata apa untuk menjelaskan semuanya kepada mereka. rasa kecewa ini tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan MALU yang akan aku tanggung sendiri di hadapan mereka. aku memang sangat mencintainya, namun cintaku terlalu dalam jika hanya untuk di timbun oleh noda-noda perselingkuhannya. aku niatkan untuk pergi dari kehidupannya dengan syarat agar diapun terlepas dari kehidupanku. dengan hormat, terhatur doa untuknya semoga ada kebahagian yang dapat merubahnya untuk lebih menghormati perasaan wanita hingga kelak aku bisa melihatnya dalam keadaan bahagia. percayalah bahwa cinta itu, tidak untuk mencari yang terbaik, melainkan bagaimana kita dapat memberikan yang terbaik bagi bertahannya cinta itu sendiri………….


4. INDAH PADA WAKTUNYA

Semua fakta yang selama ini ku cari, terungkap jua dengan hadirnya wanita cantik yang pun pernah menjadi bagian dari hari-harinya (mas).
Lisa, begitu aku memanggilnya, ku temukan dirinya juga dalam pencarianku di facebook yang di awali dari pesan inbox olehnya untuk mas. statusnya yang pernah melanggang sebagai tunangan mas telah memberikan suatu pencerahan baru buatku. kebohongan yang semakin lama semakin jelas asal-muasalnya kini tengah menutup rasa penasaranku selama menjalin hubungan dengannya (Mas).
cerita lisa, telah membangunkanku dalam tidur panjang yang tak kunjung sadar karena
terbuai dengan segala ungkapan palsunya, sehingga mimpi untuk bersamanyapun kian meninggi.
LISA, menceritakan kisahnya yang seakan di gantung hubungannya dengan mas, pernikahan yang dahulunya sudah terancang dengan sempurna, hancur seketika karena suatu hal yang tidak ingin di ceritakan kepadaku saat itu. keterapungan itulah yang hentak membuatnya untuk tidak terlalu berharap dengan mas, miris hatiku mendengar bahwa hubungannya sudah lama terjalin dengan mas, jauh hari sebelum kedatangannya untuk pertama kali ke makassar guna menemuiku ( dengan alasan ; ada urusan kerja ). Hal ini tak menimbulkan rasa curiga di hati lisa, entah itu karena terlalu pandainya mas dalam merangkai semua kata untuk meyakinkan seseorang yang dia inginkan.
meskipun saat ini lisa sudah memiliki kekasih, hal ini tetap membuatku malu akan posisiku yang seakan telah menjadi duri dalam rongga kehidupan mereka berdua. ku uraikan kata maafku untuknya dengan limpahan alasan berdasar ketik tahuanku tentang hubungan mereka. bersyukur telah ku temukan sumber informasi ini darinya, meskipun hanya lewat telfon namun pengakuan dan kejujurannya telah mengengkatku dari lembah kebodohan yang terlalu mempercai mas.
Dalam kurung waktu yang tidak lebih dari tiga puluh menit tersebut, ku dapat pula pernyataan darinya bahwa lelaki yang selama ini menyembunyikan statusnya dengan kata ” bujangan” adalah seorang duda dengan satu orang anak laki-laki. proses perceraian mereka yang baru memakan waktu 3 tahun telah melibatkan ada tiga cinta di dalamnya, hal ini mungkin di sebabkan oleh penyebab perpisahannya tersebut dengan sang mantan istri. ku tau dia terluka dalam kasus tersebut, namun bukan berarti ia berhak untuk membalasnya pada wanita lain.

Mungkin tuhan sudah menghendaki aku untuk bertemu dan bercinta dengan orang yang salah, sebelum aku bertemu dengan orang yang tepat bagi hati dan hidupku karena ku yakini bahwa :
” Semua Akan Indah Pada Waktunya”

30 september pukul 22.57 wita, deringan telpon atas namanya membangunkanku dari tidur yang serasa sulit untuk ku dalami karena memikirkannya, ” Alasan” inilah yang ingin ku peroleh darinya atas apa yang telah di sembunyikannya dariku selama masa hubungan kami yang kurang lebih sudah memasuki bulan ke sepuluh. angka 10 ini masih terlalu mudah memang untuk di katakan serius, namun lama sebentarnya hubungan seseorang tidak dapat di takar dari jumlah angka yang di temukan dalam lingkaran hubungan mereka, melainkan bagaimana caranya untuk menemukan kekompakkan selama menjalaninya.

Tak ku sangka seorang yang selama ini aku pojokkan oleh penghianatannya, ternyata mempunyai kisah yang terlampau menyedihkan jika hanya di bandingkan dengan penderitaanku karenannya. Menikah dengan seorang wanita dari keluarga berada, membuatnya selalu di kacungkan dalam lingkup keluarga sang mantan istri, tanggung jawab dan sikap kepimimpinannya yang seharusnya untuk mendidik istri, tertutupi dengan arogansi dalam keluarga tersebut sehingga semua kendali dalam rumah tangga mereka, berada di tangan sang istri yang usianya terpaut enam tahun lebih tua dari Mas:
Tak bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri, dan keterbasan untuk menemui keluarga yang jaraknya hanya sekitar satu kilo, membuatnya sungguh tak berdaya sebagai serang lelaki.

Pernikahan mereka berawal ketika Mas,
masih berusia 21 th sedangkan sang istri 27 th, kekuasaan yang di pegang oleh sang martua seakan memperlancar hubungan mereka hingga ke jenjang yang lebih lanjut. meski saat itu dia hanya bermodalkan dengkul untuk menikahi wanita tersebut, semua di sebabkan karena pekerjaannya yang masih berpenghasilan minim hingga untuk membeli mas kawinpun, mas tak mampu. mulai dari acara lamaran hingga modal pernikahan mereka semua di tanggung oleh sang martua. Hal inilah yang mungkin menyebabkan selalu di nganggap remehnya mas dan keluarganya. Jika bukan karena menoleh kepada sang anak, rumah tangga mereka mungkin tak bertahan selama itu, namun terinjak-injaknya harga diri sebagai seorang lelaki sekaligus seorang suami dan ayah bagi anaknya, telah pula memberi cambukkan kepadanya untuk mengakhiri semunya di tahun 2007. Semua hasil kerja kerasnya selama 10 th membina mahligai rumah tangga dengan sang mantan istri tak sepersen pun di bawahnya

Sudah lama ia ingin menceritakan statusnya yang sebenarnya kepadaku namun semua masih di naungi oleh rasa takut akan kehilangan olehnya, karena baginya suatu kesalahan jika aku ingin menjalin hubungan dengan seorang lelaki ( single parent ) dengan statusku yang masih lajang dan terlalu muda untuknya
• .alasannya untuk membuat Fb atas nama wawan dan harapan adalah inginnya meninggalkanku secara perlahan tanpa ku ketahui terlebih dahulu agar aku membencinya.
• selalu menunda perkenalanku dengan sang orang tua, semua di karenakan ketidak inginannya untuk mengecewakan ibunya karena penolakan perempuan, yang sudah cukup sakit hati dengan perceraiannya, yang hingga kini dari awal perceraian anaknya sang ibu sangat kesulitan untuk menemui sang cucu dari putranya tersebut.
• Santy/Atika/Lisa adalah masa laulunya, yang karena perbedaan prinsip hingga menyebabkan mereka berpisah.
Tak sanggup ku bendung air mata ini, saat mendengar ucapanya yang seakan terlalu memojokkan dirinya sendiri, namun begitu; hal ini bahkan membuatku yakin dengan apa yang sebenarnya aku rasakan untuknya. Rasa cemburu yang selama ini aku tunjukkan adalah luapan rasa sayangku untuknya sebagai wujut bahwa akupun tak ingin kehilangannya. Ku terima dia kembali dengan apa yang dia miliki sekarang, bukan dari apa dia di masa lalunya. Semoga cinta ini adalah cinta yang pertama dan terakhir bagiku dan begitupun dengan dirinya.
***********Ammin***********

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: